Bahasa Indonesia,  Cambodia,  Hotels,  Languages,  Phnom Penh

Sofitel, Phnom Penh (Bahasa Indonesia)

Sofitel Phnom Penh mengklaim dirinya sebagai hotel berbintang 5, namun pada kenyataannya, hotel ini lebih mirip seperti hotel berbintang 4.

Saya tinggal di kamar junior suite selama 2 hari. Bentuk ruangannya sedikit ganjil – seperti huruf L dengan bagian yang sedikit menjorok keluar membentuk area kerja.

This image has an empty alt attribute; its file name is Can-upload_00083-1024x682.jpg
This image has an empty alt attribute; its file name is Can-upload_000021-1024x682.jpg
This image has an empty alt attribute; its file name is Can-upload_000121-1024x682.jpg

Di ruang utama sudah terdapat sebuah meja tulis (bureau) dan kursi santai (chaise lounge), namun di area kerja juga terdapat lagi sebuah meja tulis dan kursi santai lainnya. Saya rasa, meja tulis dan kursi santai di area kerja akan bermanfaat bila ada dua orang penghuni di kamar tersebut. Hal yang menjadi kekurangan dari meja tulis di area kerja tersebut adalah Anda tidak dapat menonton televisi ketika bekerja di meja tulis tersebut.

Area tempat tidur/ruang utamanya terhubung dengan sebuah ruang pakaian (walk-in closet)/area wastafel. Di sana terdapat dua buah wastafel, ini merupakan hal yang bagus.

Kamar mandinya beralaskan ubin dan bukan marmer. Sebenarnya kamar mandinya bisa lebih berkelas. Ubinnya tidak mencerminkan “bintang 5”. Seluruh lantai kamarnya beralaskan parket (hardwood flooring). Saya tidak yakin apakah lantai beralasan parket atau karpet yang akan terlihat lebih berkelas.

Beberapa sentuhan menarik mengenai kamar junior suite

  1. Terdapat sebuah dock untuk ipod
  2. Mesin kopi espresso ‘Illy’ di dalam kamar
  3. Handuk yang sangat banyak—bagus!
  4. Perlengkapan mandi Lanvin—sangat bergaya Perancis. Berkelas.
  5. Tempat tidurnya sangat nyaman. Sofitel telah berhasil menginvestasikan untuk membuat tempat tidur mereka seperti “MyBed™” (tempat tidur saya). Kasur MyBed™ memiliki alas dipan (slatted base) dan memberikan penopang khusus yang menyangga gerakan Anda secara lembut sepanjang malam. Eksklusif untuk Sofitel, MyBed™ dibuat dengan pegas berkonsentrasi lebih tinggi yang ditempatkan pada titik-titik tekanan umum, seperti bahu, leher, dan punggung. Di atas kasurnya terdapat MyBed™ featherbed (selimut) selembut awan yang mewah. Hasilnya: terasa padat tetapi sangat lembut. Anda dapat merasakan kelembutannya tetapi tidak dapat merasakan di mana kelembutannya berakhir dan kepadatannnya dimulai. Sofitel mungkin memiliki keunggulan di antara hotel terkemuka lainnya dalam hal ini. Terus terang, pengalaman ini cukup menggoda, hampir cukup untuk membuat saya memilih Sofitel di antara hotel berbintang 5 lainnya untuk perjalanan saya berikutnya. Tempat tidur ini layak untuk dicoba.
  6. Waktu Anda sampai di hotel dan bagasi Anda diurus oleh pelayan hotel, mereka akan memotong tag bagasi check-in yang jelek untuk Anda. SESUATU YANG KECIL NAMUN BEGITU BESAR MANFAATNYA.

Pilihan makanan sarapan paginya relatif sedikit, terutama bagian makanan hangat. Terdapat lalat di sekeliling beef pastrami. Prasmanan (buffet) makanan siangnya pun tidak terlihat menjanjikan. Terlalu banyak makanan berkarbohidrat – pasta, mie Asia, salad dingin tetapi sangat sedikit makanan hangat berprotein.

Manajemen hotelnya pun sedikit janggal – terdapat 2 pusat kebugaran dan 2 kolam renang. Selain itu, terdapat sangat banyak restoran tetapi kelihatnnya tidak mendatangkan bisnis. Ini merupakan tanda-tanda yang mengkhawatirkan – kalau restorannya tidak menghasilkan uang, berapa bagian dari tarif kamar yang digunakan untuk mempertahankan restoran-restoran tersebut (dan ruang kebugaran dan kolam renang ekstra)? Berapa bagian dari tarif kamar yang benar-benar digunakan untuk memberikan kenyamanan untuk konsumen?

Terdapat 68 saluaran di televisi. Tetapi, kebanyakan dari saluran tersebut menggunakan bahasa Khmer. Apakah benar-benar banyak tamu Khmer (orang Kamboja) di hotel tersebut? Sekilas pandang di sekeliling hotel akan memberikan jawaban tidak. Oleh karena itu, terlalu banyak saluran berbahasa Khmer sangat tidak masuk akal dan tidak bernilai untuk tamu-tamu hotel. Saya berharap hotel tersebut memiliki saluran-saluran seperti MTV, Asian Food Channel (AFC) dan Discovery Living – yang semuanya sekarang tidak ada.

Hotel tersebut menyedikan kendaraan tuk-tuk untuk membawa Anda berkeliling kota. Tetapi, harganya lebih mahal daripada jika Anda memberhentikan kendaraan tuk-tuk di luar hotel (Lahan hotelnya lumayan luas. Anda harus berjalan sedikit jauh untuk sampai ke pintu masuk). Sebagai contoh, dari hotel ke Sisowath Quay, tarif menggunakan kendaraan tuk-tuk hotel adalah US$3.30 bukannya $2 seperti biasanya. Tarif dari hotel ke bandara adalah US$8.80 bukannya US$6 seperti biasanya.

Sebenarnya, Sofitel Phnom Penh hanya merupakan hotel berbintang 4. Karena sedikitnya persaingan di Phnom Penh, hotel tersebut merajalela sebagai salah satu hotel berbintang 5.

Booking.com